Johansyah, Johansyah (2021) Praktik “Kawin Gantung” (Studi Kasus Etnik Madura di Desa Baliangin Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar). [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (161kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (266kB)
BAB I.pdf
Download (628kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (755kB)
BAB III.pdf
Download (284kB)
BAB IV.pdf
Download (668kB)
BAB V.pdf
Download (160kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (385kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (848kB)
Abstract
Skripsi ini membahas tentang banyaknya terjadi pernikahan secara bawah
tangan di masyarakat desa Baliangin. Setelah menikah tidak berkumpul serumah
layaknya suami istri. Begitu juga terjadi pengabaian pemenuhan hak dan
kewajiban sebagai suami istri karena adanya kesepakatan keluarga. Padahal
masyarakat di Desa Baliangin merupakan masyarakat agamis yang tinggal di
lingkungan pesantren.
Penelitian ini dilakukan di Desa Baliangin Kecamatan Sambung Makmur
Kabupaten Banjar. Penelitian ini bersifat penelitian hukum empiris dengan
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk mengumpulkan data dan
dokumen yang diperlukan peneliti menggunakan teknik observasi dan wawancara.
Setelah data terkumpul, diolah dengan teknik editing, deskripsi dan matriksasi.
Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif
kualitatif sehingga di peroleh kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kawin Gantung dilaksanakan
dengan didahului nikah secara bawah tangan sesuai dengan syariat Islam. Rukun
dan syarat nikah terpenuhi sama seperti nikah pada umumnya, setelah menikah
tidak diperbolehkan berkumpul satu rumah karena alasan tertentu, sehingga terjadi
pengabaian hak dan kewajiban antara suami istri. Menariknya dalam kawin
gantung terjadi pembaruan nikah yang dilakukan di Kantor Urusan Agama
setempat sehingga pernikahannya tercatat dan mendapat perlindungan hukum.
Masa waktu antara nikah secara bawah tangan dengan nikah resmi di Kantor
Urusan Agama sesuai kesepakatan yang telah disepakati oleh keluarga kedua
belah pihak. Masyarakat di desa Baliangin yang melakukan kawin gantung setuju
dan mengikuti saja apa yang dipersyaratkan dalam proses perkawinan karena
beranggapan itu merupakan sebuah kebiasaan yang harus dilakukan sama halnya
yang dilakukan orang tua mereka dahulu ketika melakukan kawin gantung.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Users 6417 not found. |
| Date Deposited: | 16 Feb 2021 02:48 |
| Last Modified: | 16 Feb 2021 02:48 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/15411 |




