Awwaliah, Siti (2026) Strategi Kepemimpinan dan Dukungan Sosial Masyarakat dalam Menginternalisasi Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Tesis, Pascasarjana.
|
Text
PERNYATAAN - SITI AWWALIAH.pdf Download (391kB) |
|
|
Text
AWAL - SITI AWWALIAH.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK - SITI AWWALIAH.pdf Download (317kB) |
|
|
Text
BAB I - SITI AWWALIAH.pdf Download (869kB) |
|
|
Text
BAB II - SITI AWWALIAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III - SITI AWWALIAH.pdf Download (500kB) |
|
|
Text
BAB IV - SITI AWWALIAH.pdf Download (790kB) |
|
|
Text
BAB V - SITI AWWALIAH.pdf Download (331kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA - SITI AWWALIAH.pdf Download (451kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN - SITI AWWALIAH.pdf Download (8MB) |
ABSTRAK
Kedisiplinan santri menghadapi tantangan di era digital, ketika pembinaan pesantren berhadapan dengan pengaruh media sosial dan gaya hidup modern. Tantangan ini nyata di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, pesantren salafiyah non-asrama yang tetap diminati meski sebagian besar waktu santrinya berada di luar pengawasan pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan, dukungan sosial masyarakat, proses internalisasi kedisiplinan melalui sinergi keduanya, serta faktor pendukung dan penghambatnya, dengan POAC Terry sebagai grand theory, didukung kepemimpinan transformasional Bass dan Riggio, dukungan sosial Sarafino dan Smith, tahapan Knowing-Doing-Being adaptasi Lickona, dan konstruksi sosial Berger dan Luckmann sebagai teori penjelas. Penelitian kualitatif studi kasus tunggal ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap 18 informan yang dipilih secara purposive hingga data jenuh. Analisis memakai model Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan strategi kepemimpinan berjalan melalui empat fungsi POAC: perencanaan dua lapis, pengorganisasian melalui Majelis Muroqib dan lembar Bai‘at yang melibatkan orang tua, penggerakan lewat nasihat, keteladanan, dan motivasi barokah-kualat, serta pengawasan edukatif melalui tabayyun. Dukungan sosial masyarakat terwujud dalam lima bentuk, termasuk dukungan spiritual-keagamaan, dan bersama kontrol sosial menjadikan lingkungan sekitar pesantren ―zona disiplin perluasan‖. Sinergi keduanya mendorong internalisasi bertahap Knowing-Doing-Being dan membentuk Model Sinergi Lingkungan Pendidikan Pesantren (MSLPP) dengan luaran disiplin waktu, ibadah, belajar, dan berperilaku. Faktor pendukungnya adalah otoritas dan karisma ulama serta masyarakat Banjar yang religius, sedangkan faktor penghambatnya adalah tantangan media sosial dan keterbatasan pengawasan. Kedisiplinan santri yang melekat hanya terwujud melalui sinergi strategi kepemimpinan internal pesantren dan dukungan sosial eksternal masyarakat sebagai satu sistem lingkungan pendidikan. Secara teoretis, temuan ini memodifikasi fungsi controlling POAC menjadi pengendalian spiritual-internal, menambah dimensi kelima pada teori dukungan sosial Sarafino dan Smith, dan mengajukan MSLPP sebagai perluasan teori ekologi Bronfenbrenner
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion H Social Sciences > H Social Sciences (General) L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana (Magister dan Dokter) > S2 Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 01:33 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 01:33 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32430 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




