Irmalasari, Irmalasari (2026) Eksploitasi Seksualitas dalam Podcast Channel YouTube @Unlocked: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Skripsi, Ushuluddin dan Humaniora.
|
Text
PERNYATAAN.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
AWAL.pdf Download (636kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (316kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (262kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (886kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (266kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
ABSTRAK
Praktik eksploitasi seksualitas dalam podcast channel YouTube @Unlocked ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin maraknya konten digital yang mengangkat isu-isu seksual sebagai strategi untuk menarik perhatian penonton melalui pemilihan bahasa, tema pembahasan, dan penyajian visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kategori penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari podcast-podcast yang ditampilkan pada channel YouTube @Unlocked yang berkaitan dengan eksploitasi seksualitas serta literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif-analisis dengan mengaitkan praktik tersebut dengan konsep Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough dan diperkaya dengan perspektif Etika Religius Islam untuk menilai implikasi moral dari representasi seksualitas dalam media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik eksploitasi seksualitas pada podcast channel YouTube @Unlocked dibangun melalui penggunaan bahasa sensasional, pembahasan pengalaman seksual yang eksplisit, serta visual berupa judul dan thumbnail yang dirancang untuk menarik perhatian penonton. Berdasarkan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, praktik tersebut merepresentasikan relasi kuasa, kepentingan ekonomi media, dan budaya digital yang menjadikan seksualitas sebagai komoditas. Ditinjau dari perspektif Etika Religius Islam, praktik tersebut bertentangan dengan prinsip menjaga kehormatan (hifz al-ird), kesopanan (al-haya), serta tanggung jawab moral dalam penyampaian informasi, sehingga media seharusnya tidak menjadikan seksualitas sebagai komoditas demi keuntungan ekonomi.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 07:04 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 07:04 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32472 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




