EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR

Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.


Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

SHARIAH AND RELIGIOUS FREEDOM: REVISITING 1945 CONSTITUTIONAL DEBATE

Pikri, Zainal (2012) SHARIAH AND RELIGIOUS FREEDOM: REVISITING 1945 CONSTITUTIONAL DEBATE. SYARIAH Jurnal Ilmu Hukum, 12 (2). pp. 83-94. ISSN 1412-6303

Warning
There is a more recent version of this item available.
Full text not available from this repository.

Abstract

Abstract: In this this article, I discuss the constitutional debate in 1945 on the conceptions of
religious freedom and its relation to sharia. I argue that the framers of 1945 Constitution wanted
the application of shariah within the limits of individual freedom of Muslims and non-Muslims.
They agreed it would apply only to Muslims. However, they, particularly, secular groups set
non-coercive measures as a limit for state authority in the application of shariah. They preferred
the state not enacting policy or law that has the intention or effect of coercing Muslims to practice
sharia, particularly in the area of human relations with God.
Abstrak: Dalam artikel ini, saya mendiskusikan perdebatan konstitusional pada tahun 1945 tentang
konsep kebebasan beragama clan hubungannya dengan syariat Islam. Saya berargumen bahwa
para perumus U ndang-undang Dasar 1945 menginginkan penerapan syariat dalam batas-batas
kebebasan individual warga Muslim clan non-Muslim. Mereka setuju bahwa penerapan syariat
hanya berlaku untuk Muslim. Namun mereka, khususnya kelompok sekuler, menginginkan negara
menerapkan hukum Islam dengan tanpa kekerasan. Mereka lebih memilih agar negara tidak
membuat kebijakan atau aturan yang bertujuan atau yang mengakibatkan pemaksaan terhadap
Muslim untuk melaksanakan syariat, khususnya dalam urusan hubungan manusia dengan Allah.

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Depositing User: Mr Zainal Pikri
Date Deposited: 21 Mar 2022 06:03
Last Modified: 21 Mar 2022 06:03
URI: https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/18868

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item
View Item