Rabbani, Ahmad (2023) Tingkat Spiritual Quotient pada Guru yang Mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Banjarmasin. [Skripsi]
PERYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (240kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (186kB)
BAB 1.pdf
Download (721kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (980kB)
BAB 3.pdf
Download (861kB)
BAB 4.pdf
Download (1MB)
BAB 5.pdf
Download (598kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (343kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (5MB)
Abstract
Pendidikan adalah usaha yang dilakukan dengan kesadaran dan tujuan untuk
meningkatkan mutu manusia. Pendidikan tidak hanya terbatas pada anak-anak yang
memiliki perkembangan normal, melainkan setiap individu berhak untuk belajar
dan menerima pendidikan, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Guru
memiliki peran sentral dalam dunia pendidikan karena mereka adalah individu yang
secara langsung berinteraksi dengan siswa untuk membimbing dan memberikan
arahan. Menjadi seorang guru tidaklah gampang, karena guru tidak hanya mengajar
akan tetapi juga diberikan tanggung jawab menjlankan keorganisasina sekolah,
apalagi seorang guru yang mengajar di SDB, dimana mereka menghadapi anak
didik yang membutuhkan perhatian dan kesabaran lebih. Dalam menghapadi
kompleksitas pekerjaan guru, bukan hanya membutuhan IQ dan EQ, akan tetapi
diperlukannya SQ sebagai dasar untuk menjalankan IQ dan EQ. Maka, tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui tingkat spiritual quotient pada guru yang mengajar
di sekolah luar biasa dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat spiritual
quotient berdasarkan jenjang usia dan jenis kelamin.
Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan
pendekatan survey dan bantuan studi kepustakaan. Sehingga, memperkuat analisis
penelitian dalam membuat suatu kesimpulan. Subjek terdiri dari guru-guru yang
mengajar di SLBN 2 Banjarmasin, SLB Harapan Bunda dan SLB BC Paramita
Graha. Sampel penelitian ini berjumlah 64 orang guru. Pengambilan data
menggunakan skala kecerdasan spiritual yang didasarkan oleh teori K.H Toto
Tasmara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritual quotient guru-guru yang
mengajar di SLB Banjarmasin memiliki kecerdasan spiritual tinggi, uji validitas
dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi product moment dari Pearson
dengan bantuan program SPSS for Windows versi 22. Adapun uji reliabilitas
dilakukan melalui pendekatan satu kali pengukuran (Single Trial Administration)
dengan menghitung koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,858. Seletah itu dilakukan
uji kategorisasi dan hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil
penelitian dapat diketahui bahwa kecerdasan guru SLB lebih dominan pada
kategori tinggi, yaitu 78,1% atau sebanyak 50 orang guru, sedangkan 14 orang atau
21,9% berada pada kategori sedang. Data ini bermakna bahwa kecerdasan spiritual
guru yang mengajar di SLB kota Banjarmasin tergolong tinggi. Lalu peneliti juga
mendapatkan hasil bahwa hasil analisis statistic juga menunjukkan kecerdasan
spiritual guru Perempuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan guru laki-laki.
Sedangkan jika ditinjau dari umur, dapat diketahui bahwa semakin matang usia
seseorang maka kecerdasan spiritual cenderung akan meningkat pula.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Psikologi Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 26 Jan 2024 08:58 |
| Last Modified: | 26 Jan 2024 08:58 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/26052 |




