Rahmah, Henny Mutia (2024) Efektivitas Mendengarkan Murottal Al-Qur’an Terhadap Ibu-Ibu yang Mengalami Kecenderungan Baby Blues Syndrome di Kec. Labuan Amas Selatan. [Skripsi]
190103020093-Henny Mutia Rahmah-Pernyataan keaslian tulisan.pdf
Download (475kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
Abstrak.pdf
Download (398kB)
BAB I_010524.pdf
Download (352kB)
BAB II_010537.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (387kB)
BAB III_010547.pdf
Download (162kB)
BAB IV_010551.pdf
Download (488kB)
BAB V_010603.pdf
Download (104kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (254kB)
LAMPIRAN_010630.pdf
Download (1MB)
LAMPIRAN_010630.pdf
Download (1MB)
Abstract
Dalam QS. Al-A’raf ayat 204 dapat diketahui bagaimana Allah telah
menurunkan Al-Qur'an yang dapat menjadi rahmat jika didengarkan dan dibaca
oleh orang-orang yang mempercayainya. Mendengarkan murottal Al-Qur'an
dengan tenang dapat meredakan perasaan stress pada ibu pasca melahirkan agar
terhindar dari Baby Blues Syndrome. Seiring dengan meningkatnya tingkat
kelahiran di Kecamatan Labuan Amas, peneliti tertarik untuk meneliti isu Baby
Blues Syndrome. Dari beberapa kasus Baby Blues Syndrome yang terjadi di
Kecamatan Labuan Amas Selatan itulah, peneliti tertarik untuk meneliti tingkat
minat ibu-ibu pasca melahirkan yang menderita Baby Blues Syndrome tersebut
untuk mendengarkan murottal Al-Qur’an dan menemukan kesimpulan bagaimana
murottal Al-Qur’an memberi pengaruh terhadap Baby Blues Syndrome yang
dialami ibu pasca melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi
murottal Al-Qur'an pada ibu pasca melahirkan dan untuk mengetahui Efektivitas
frekuensi murottal Al-Qur'an terhadap terjadinya Baby Blues Syndrome pada ibu
pasca melahirkan di Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai
Tengah. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan meneliti seberapa
sering para ibu pasca melahirkan mendengarkan murottal Al-Qur'an, dan
dihubungkan dengan gejala baby blues yang di alami. Hasil dari penelitian ini
adalah Tingkat minat ibu pasca melahirkan di Kecamatan Labuan Amas Selatan
untuk mendengarkan murottal Al-Qur’an cukup tinggi. Dilihat dari hasil pengisian
form EPDS dan intensitas mendengarkan murottal Al-Qur’an, dari total 30 orang
ibu yang telah di tes menggunakan kuesioner EPDS, semakin tinggi intensitas ibu
dalam mendengarkan murottal Al-Qur’an maka membuat kemungkinan ibu untuk
mengalami Baby Blues Syndrome lebih rendah. Terdapat 7 orang ibu pasca
melahirkan yang mengalami Baby Blues Syndrome dengan intensitas
mendengarkan murottal Al-Qur’an 2 orang sering, 2 orang cukup sering, dan 3
orang kadang-kadang. Setelah dibandingkan, ibu-ibu yang lebih banyak
mendengarkan Murottal Al-Qur’an akan merasakan lebih sedikit gejala dari Baby
Blues Syndrome. Adapun bagi ibu yang sering mendengarkan murottal Al-Qur’an
namun tetap postifif mengalami Baby Blues Syndrome, setelah ditelaah dari hasil
wawancara dapat disimpulkan bahwa disamping penyebab dari stress yang lumayan
besar, juga cara ibu tersebut ketika mendengarkan yang perlu disorot. Ibu lebih
banyak mendengarkan murottal sambil melakukan kegiatan lain dibandingkan
mendengarkan murottal Al-Qur’an dengan khusyu dan tenang.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 29 Jan 2024 12:07 |
| Last Modified: | 29 Jan 2024 12:07 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/26078 |




