Rupida, Rina (2024) Strategi Regulasi Emosi pada Ibu yang Memiliki Anak Gangguan Jiwa di Desa Tatah Pemangkih Tengah Kabupten Banjar. [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN RINA.pdf
Download (70kB)
awal rina.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK RINA.pdf
Download (31kB)
BAB I rina idr.pdf
Download (176kB)
BAB II rina idr.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
BAB III RINA RUPIDA PDF.pdf
Download (165kB)
BAB IV RINA RUPIDA PDF.pdf
Download (302kB)
BAB V RINA RUPIDA PDF.pdf
Download (36kB)
DAFTAR PUSTAKA rina idr.pdf
Download (142kB)
Lampiran rina idr.pdf
Download (18MB)
Abstract
Banyak orangtua yang risau dan stres menghadapi anaknya yang
mengalami gangguan jiwa. Orangtua seperti mendapat suatu tekanan
psikologis sehingga mengakibatkan stres dan depresi. Pada kasus gangguan
jiwa, ibu yang memiliki anak gangguan jiwa tentu memiliki emosi yang
kurang stabil karena faktor usia dan lingkungan yang kurang mendukung
sehingga diperlukan strategi regulasi emosi pada ibu yang memiliki anak
dengan gangguan jiwa. Strategi regulasi emosi terbagi menjadi dua yaitu
cognitive reappraisal dan expressieve suppression. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui strategi regulasi emosi pada ibu yang memiliki anak
gangguan jiwa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus,
pengumpulan datanya dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Dalam penelitian ini ada 2 orang subjek yaitu ibu yang memiliki anak
gangguan jiwa
Berdasarkan data yang telah terkumpul melalui observasi dan
wawancara dan setelah data tersebut dianalisa, maka dapat dilihat sebagai
berikut (1) Strategi regulasi emosi pada subjek 1 dan 2 sama-sama memiliki
regulasi emosi yang negatif, hal ini ditunjukan dengan adanya perilaku subjek
yang kurang memperhatikan dan sering meninggalkan anaknya saat anak
tersebut menangis, berteriak, dan mengamuk. (2) Faktor-faktor yang
mempengaruhi regulasi emosi pada subjek 1 yaitu berupa faktor umur dan
pola asuh. Sedangkan berdasarkan subjek 2 faktor yang mempengaruhi
regulasi emosi yaitu berdasarkan faktor lingkungan dan pengalaman. Maka
dapat disimpulan bahwa ibu yang memiliki anak gangguan jiwa merasakan
emosi yang negatif namun ibu belum paham dengan strategi regulasi emosi
tersebut sehingga ibu tidak mampu merubah emosi negatif menjadi emosi
positif
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Psikologi Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 30 Jan 2024 00:43 |
| Last Modified: | 30 Jan 2024 00:43 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/26121 |




