Aulia, Muhammad Rifan (2024) Pemahaman Tuan Guru K.H. Muhammad Noor Terhadap Tafsir Ayat Kebebasan Beragama dalam Kitab Tafsir Marâh Labîd. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (165kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (157kB)
BAB I.pdf
Download (314kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (360kB)
BAB III.pdf
Download (178kB)
BAB IV.pdf
Download (445kB)
BAB V.pdf
Download (146kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (188kB)
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya sebuah pengajian atau majelis ta’lim
yang berbasis tafsir Al-Qur’an, yakni pengajian kitab tafsir Marâh Labîd oleh Tuan
Guru K.H. Muhammad Noor. Sebagai seorang Tuan Guru atau orang yang
memimpin sebuah pengajian, tentunya beliau mempunyai peran penting di
lingkungan masyarakat. Apa yang beliau sampaikan akan menjadi contoh, terutama
dalam masalah keagamaan. Adapun alasan pengambilan topik kebebasan beragama
ini karena hal tersebut masih krusial dan kontroversial juga menjadi topik yang
selalu menarik untuk didiskusikan, terlebih di negara Indonesia yang memiliki
banyak keberagaman agama. Oleh karena itu penulis mencoba menggali lebih jauh
terkait pemahaman Tuan Guru K.H. Muhammad Noor terhadap tafsir ayat
kebebasan beragama yang ada di dalam kitab tafsir Marâh Labîd.
Tujuan dari penelitian yakni mengetahui penafsiran ayat kebebasan
beragama dalam kitab tafsir Marâh Labîd terkait Q.S. Al-Baqarah/2: 256, Q.S.
Yunus/10: 99, Q.S. Al-Kahfi/18: 29 dan Q.S. Al-Kafirun/109:6 yang kemudian
mengetahui pemahaman Tuan Guru K.H. Muhammad Noor terhadap penafsiran
ayat tersebut dan batas-batas kebebasan beragama menurut beliau.
Jenis penelitian ini adalah penelitian atau kajian tokoh (individual life
history) dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan
melakukan wawancara kepada informan yang diteliti yaitu Tuan Guru K.H.
Muhammad Noor.
Hasil dari penelitian ditemukan bahwa pemahaman Tuan Guru K.H.
Muhammad Noor terhadap tafsir ayat kebebasan beragama dalam kitab tafsir
Marâh Labîd yang pertama Q.S. Al-Baqarah/2: 256 tidak diperkenankan memaksa
orang lain untuk menganut agama Islam sebab dalil dan bukti kebenaran Islam itu
sudah sangat jelas, masalah agama tergantung pada hidayah dan petunjuk dari Allah
Swt. Kedua Q.S. Yunus/10: 99 perbedaan adalah sunnatullâh atau ketetapan Allah,
maka tidak ada yang dapat mengubah ketetapan tersebut meskipun seorang
Rasulullah saw. Ketiga Q.S. Al-Kahfi/18: 29 ayat ini bukan mutlak sebuah
kebebasan dan bukan pembenaran atas kekafiran, melainkan sebuah ancaman. Oleh
karena itu pada kalimat selanjutnya diungkapkan bahwa sungguh telah disiapkan
bagi orang yang zalim itu neraka sebagai tempat mereka dan mereka diberi
minuman yang sangat panas dan dapat merusak wajah. Keempat Q.S. Al-Kafirun/109: 6 kita harus meyakini agama Islam satu-satunya agama yang benar.
Tetapi Islam tetap mengajarkan untuk menghargai dan menghormati agama lain
namun bukan berarti mengikuti jalan mereka. Karena sesuatu yang salah dalam
syariat tetap tidak diperkenankan untuk dilakukan
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 06 May 2024 01:24 |
| Last Modified: | 06 May 2024 01:24 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/26520 |




