Habibah, Mayla (2023) Larangan Tabarruj Menurut Perspektif Pengajar Pondok Pendidikan Islam Tahfizh al- Qur’an Wa al-Da’wah Al-Ihsan Banjarmasin. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (324kB)
AWAL.pdf
Download (756kB)
ABSTRAK.pdf
Download (267kB)
BAB I.pdf
Download (399kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (464kB)
BAB IV.pdf
Download (465kB)
BAB V.pdf
Download (271kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (309kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Modernisasi yang berkembang pesat memberikan beberapa dampak
terhadap wanita Muslimah di zaman sekarang, salah satunya adalah tabarruj,
yang mana hal tersebut sudah menjadi lumrah dan dinormalisasikan oleh sebagian
kalangan. Namun sebenarnya jika merujuk kepada Al-Qur’an, perbuatan tabarruj
ini merupakan dosa besar. Hal ini suatu permasalahan yang menarik untuk diteliti
pada Muslimah jama’ah tabligh bagaimana mereka mengartikan tindakan
tabarruj tersebut. Pondok Pendidikan Islam Tahfizh al-Quran wa al-Dakwah Al�Ihsan Banjarmasin adalah salah satu pondok yang dikenal dengan komunitas
jamaah tabligh di Banjarmasin selain program menghafal Al-Qur’an, pondok
tersebut juga mengajarkan pelajaran keagamaan seperti fiqh dan tauhid.
Mengenai larangan tabarruj yang akan diteliti ini ialah mengambil dari
pendapat para pengajar di pondok pesantren Al-Ihsan Puteri Banjarmasin.
Larangan tabarruj yang dimaksud dalam penelitian ini ialah meliputi definisi,
contoh tabarruj, cara menghindari tabarruj dan landasan mengenai haramnya
berbuat tabarruj.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah field research
atau penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang mana
peneliti langsung menanyakan berbagai hal mengenai tabarruj ini kepada para
pengajar di Al-Ihsan guna untuk mendapatkan hasil yang valid.
Mengenai pendapat para pengajar di pesantren Al-Ihsan Banjarmasin,
tentang definisi tabarruj yang disampaikan oleh para pengajar tidak jauh berbeda,
yaitu berlebihan dalam merias diri, memamerkan sesuatu yang tidak pantas
dengan tujuan untuk menarik perhatian lawan jenis seperti mengikir gigi, operasi
plastic, memakai pakain kentat, memakai wewangian yang semerbak dan lain
sebagainya, sehingga dampak dari hal tersebut terjadilah perzinahan, penculikan,
dan juga pelecehan seksual. Tabarruj hukumnya adalah haram mutlak sesuai
dengan titah Allah dalam Al-Azhab ayat 33 dan ancamannya ialah neraka. Adapun
latar belakang para pengajar Al-Ihsan berpendapat demikian dikarenakan para
pengajar bermazhabkan Imam Syafi’i dan beraliran Ahlu Sunnah Wa Al-Jama’ah
yang sangat kental serta beracuan dengan prinsip jamaah tabligh
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 15 Jul 2024 07:02 |
| Last Modified: | 15 Jul 2024 07:06 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/27232 |




