Irwan, Irwan (2024) Tradisi Badewa Masyarakat Dayak di Desa Asia Baru Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala dalam Perspektif Tafsir Akidah. [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (257kB)
AWAL.pdf
Download (624kB)
ABSTRAK.pdf
Download (369kB)
BAB I.pdf
Download (264kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (289kB)
BAB III.pdf
Download (33kB)
BAB IV.pdf
Download (358kB)
BAB V.pdf
Download (97kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (125kB)
Abstract
Skripsi ini meneliti tentang kebudayaan masyarakat suku Dayak Bakumpai
muslim di Desa Asia Baru yang merupakan suatu tradisi pengobatan tradisional
yang dikenal dengan Badewa dan bagaimana pandangan dalam tafsir akidahnya
karena tradisi Badewa ini menggunakan makhluk gaib sebagai pengobat tersebut.
Metode yang digunakan yaitu dengan metode kualitatif dan jenis penelitian
lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
pendekatan deskriptif, agar langsung melihat fenomena-fenomena yang terjadi
secara nyata.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penulis memakai teknik dalam
mengumpulkan data dengan cara wawancara dan juga pernah langsung melihat dan
ikut serta dalam kegiatan tersebut tetapi tidak diwaktu pembuatan skripsi tersebut.
Selanjutnya penulis akan mewawancarai guna mendapatkan informasi yang
diinginkan. Terakhir penulis mengumpulkan dokumen-dokumen berupa foto,
rekaman suara, dan lainnya sebagai penunjang dalam penelitian. Data-data yang
sudah didapatkan dianalisis dengan perspektif tafsir akidah. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mencari tahu apakah pengobatan dengan meminta tolong makhluk
gaib diperbolehkan dalam Islam atau dilarang.
Kajian ini menjelaskan bahwa Islam tidak melarang manusia meminta
bantuan kepada makhluk gaib asalkan dalam perbuatan yang baik, tetapi kalau
meminta bantuan dengan makhluk gaib dalam perbuatan yang haram maka itu
sudah pasti hukumnya haram. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab
Majmu’atul Fatawa menyampaikan bahwa meminta bantuan kepada jin sama
seperti meminta bantuan dengan manusia, “Jika meminta bantuan untuk melakukan
hal-hal yang mubah kepada jin, maka hukumnya boleh. Namun jika meminta
bantuan untuk melakukan hal yang haram, maka hukumnya haram”. Menurut
Fatwa Syabakah Islamiyah, bahwa meminta bantuan atau bekerja sama dengan jin
bukanlah sesuatu yang haram secara mutlak. Karena jin termasuk makhluk Allah
yang mendapatkan beban aturan syariat sebagaimana manusia
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 07 Aug 2024 03:14 |
| Last Modified: | 07 Aug 2024 03:14 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/27685 |




