Humairo, Humairo (2025) Problematika Bimbingan Keagamaan Terhadap Pasien di Panti Rehabilitasi Narkoba Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin. [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (42kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (8kB)
BAB I.pdf
Download (750kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (866kB)
BAB III.pdf
Download (151kB)
BAB IV.pdf
Download (1MB)
BAB V.pdf
Download (124kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (243kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (731kB)
Abstract
Penulisan ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa
penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu tantangan yang besar
dihadapi masyarakat di Indonesia termasuk di Banjarmasin. Tidak
hanya berdampak pada fisik dan mental tetapi juga spiritual. Dalam
konteks ini bimbingan keagamaan penting untuk dilakukan dalam
proses rehabilitasi untuk membantu kesembuhan pasien. Yayasan Al-
Hijrah
Banjarmasin
merupakan
panti
rehabilitasi
yang
mengintegrasikan pendekatan keagamaan dalam proses pemulihan
pasien. Namun, dalam melakukan bimbingan keagamaan, para
pembimbing keagamaan menemukan kendala yang terjadi dalam
pelaksanaan bimbingan keagamaan. Rumusan masalah yaitu,
bagaimana pelaksanaan bimbingan keagamaan dan apa saja kendala
yang dihadapi dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan terhadap
pasien di Panti Rehabilitasi Narkoba Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin.
Metode penulisan ini adalah penulisan lapangan (field research)
berupa pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penulisan adalah para
ustaz, pembina yayasan, perawat dan pasien di Yayasan Al-Hijrah
Banjarmasin. Objek penulisannya adalah pelaksanaan bimbingan
keagamaan dan kendala yang dihadapi. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya
dalam mengolah data menggunakan langkah pengumpulan data, reduksi
data, klasifikasi data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan
keagamaan di Yayasan Al-Hijrah yaitu bimbingan salat, dzikir,
mengaji, nasihat keagamaan dan mandi taubat. Kendala yang terjadi
dalam pelaksanaaan bimbingan keagamaan yaitu rendahnya motivasi
spiritual, kurangnya fasilitas tempat untuk salat berjamaah dan kegiatan
keagamaan lainnya, sulitnya membentuk kebiasaan baru dan
keterbatasan kemampuan membaca tulisan arab, rasa malu dan tidak
percaya diri membuka suara, rasa malas dan mudah lupa, kurangnya
kesadaran untuk mendengarkan dan memperhatikan, tidak adanya buku
sebagai pegangan pasien untuk mengulang materi, dan sulitnya
mengingat materi, serta kurangnya pemahaman tentang mandi taubat
sehingga enggan untuk melakukan mandi taubat itu sendiri
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan dan Penyuluhan Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 17 Jan 2025 06:22 |
| Last Modified: | 17 Jan 2025 06:22 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/28200 |




