Patimah, Siti (2025) Ayat-Ayat Wa Man Lam Yaḥkum dalam Tafsir Fî Zhilâlil Qur’an, Karya Sayyid Qutb. [Skripsi]
Pernyataan Keasliaan Tulisan.pdf
Download (215kB)
Awal.pdf
Download (1MB)
Abstrak .pdf
Download (593kB)
Bab 1.pdf
Download (815kB)
Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (845kB)
Bab 3.pdf
Download (788kB)
Bab 4.pdf
Download (910kB)
Bab 5.pdf
Download (409kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (436kB)
Lampiran.pdf
Download (1MB)
Abstract
Radikalisme saat ini telah menjadi perhatian yang sangat penting, terutama
dalam konteks agama Islam. Salah satu tokoh yang sering kali dibicarakan
mengenai radikalisme Islam adalah Sayyid Qutb, seorang pemikir Islam dari Mesir
yang dikatakan telah menuangkan ide-ide radikalisme dalam berbagai karyanya,
termasuk dalam tafsir Al-Qur’an yang terkenal, yaitu Tafsir Fî Zhilâlil Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam
mengenai pemikiran Sayyid Qutb serta implikasinya dalam permasalahan
radikalismeisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian
kualitatif dan analisis teks yang terdiri dari dua tahap utama: Pengumpulan Data
dan Analisis. Pada tahap Pengumpulan Data, sumber utama yang digunakan adalah
teks Fî Zhilâlil Qur’an. Selain itu, data sekunder diperoleh dari penelitian yang
telah dilakukan sebelumnya, artikel, buku, dan materi-materi lain yang relevan
mengenai Sayyid Sayyid Qutb dan konteks radikalismeisme. Tahap kedua, Analisis
Teks dan Analisis Isi, mencakup tinjauan kritis terhadap teks Fî Zilâlil Qur’an
dengan menggunakan epistemologi tafsir untuk mengetahui sumber penafsiran Fî
Zilâlil Qur’an.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan maka diperoleh hasil bahwa
dalam penafsiran Sayyid Qutb terhadap Q.S al-Maidah Ayat 44-47 yaitu,
"...Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan
Allah, maka mereka adalah orang-orang yang kafir." lafal "man" 'siapa saja'
sebagai isim syarat dan jumlah syarat sesudahnya, yang menunjukkan
keberlakuannya melampaui batas-batas lingkungan dan kondisi, masa, dan tempat.
Hukumnya berlaku secara umum atas semua orang yang tidak memutuskan perkara
dengan apa yang diturunkan Allah, pada generasi kapan pun, dan dari bangsa
manapun, maka dia adalah kafir.
Adapun Implikasi penafsirannya Sayyid Qutb, memang disinyalir bisa
menjadi salah satu penyebab pemahaman radikalisme, karena Sayyid Sayyid Qutb
menafsirkan ayat itu untuk seluruh manusia yang ada dimuka bumi ini, apabila tidak
memakai hukum Allah, maka orang itu kafir, seperti seorang penguasa jika
menghukumi dengan selain hukum syara’ maka ia telah kafir, rakyatnya juga kafir,
baik yang patuh kepadanya maupun yang tidak, sehingga orang yang berpatokan
atau bersumber dengan ayat ini akan mudah sekali dalam mengkafirkan orang lain.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 21 Apr 2025 05:26 |
| Last Modified: | 21 Apr 2025 05:26 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/28659 |




