Fadillah, Hasmi (2025) Pola Pendidikan Agama Islam dalam Konteks Keberagaman Masyarakat Transmigran di Kabupaten Tanah Laut. [Disertasi]
1. PERNYATAAN.pdf
Download (213kB)
2. AWAL_Revisi.pdf
Download (1MB)
3. ABSTRAK.pdf
Download (233kB)
4. BAB I.pdf
Download (335kB)
5. BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
6. BAB III.pdf
Download (210kB)
7. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (738kB)
8. BAB V.pdf
Download (197kB)
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (186kB)
10. LAMPIRAN.pdf
Download (120kB)
Abstract
Pendidikan Agama Islam di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam
merespons realitas keberagaman masyarakat, terutama di kawasan transmigrasi
seperti Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang dihuni oleh komunitas
dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Keberagaman ini menuntut pola
pendidikan agama yang mampu menanamkan nilai moderasi dan toleransi secara
kontekstual. Namun, hingga kini masih minim penelitian yang secara komprehensif
memetakan pola pendidikan agama Islam dalam lingkungan keluarga dan
masyarakat pada masyarakat transmigran yang majemuk. Penelitian ini hadir untuk
mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji pola pendidikan informal dan
nonformal di kalangan komunitas transmigran (Banjar, Jawa, Madura, Bali Muslim,
dan NTB), serta menjelaskan peran nilai-nilai lokal dan interaksi budaya dalam
pembentukan karakter keislaman yang inklusif dan moderat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pendidikan agama Islam dalam
konteks keberagaman masyarakat transmigrasi di Kabupaten Tanah Laut,
Kalimantan Selatan. Fokus utama penelitian diarahkan pada dua ranah penting,
yakni pola pendidikan agama Islam di lingkungan keluarga dan pola pendidikan di
masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
studi kasus multi situs, mencakup komunitas transmigran asal Banjar, Jawa
(Tengah, Timur, Barat), Madura, Bali Muslim, dan NTB. Data diperoleh melalui
wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta dianalisis
menggunakan teori-teori pendidikan Islam klasik dan kontemporer, seperti teori
fitrah Ibnu Khaldun, kasb Al-Ghazali, ta’dib al-Attas, konstruktivisme Vygotsky,
dan teori akulturasi pendidikan Islam dari Amin Abdullah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dilaksanakan
secara integratif melalui dua jalur utama: informal di keluarga dan non-formal. Pola
pendidikan dalam keluarga menekankan keteladanan, pembiasaan ibadah, dan
penanaman nilai-nilai akhlak melalui pendekatan budaya lokal yang khas di setiap
komunitas. Komunitas Banjar menggunkan konsep Talu Ba, Sunda menggunakan
istilah Piwuruk, Jawa menggunakan istilah Wulungan, Madura menggunkan
konsep Tengka, Bali dengan Asta Kosala Kosali dan Lombok dengan sebutan
bawaran. Sementara itu, pola pendidikan di masyarakat berfungsi sebagai sarana
penguatan nilai keislaman dan kohesi sosial melalui kegiatan keagamaan kolektif
yang toleran dan moderatif. Semua konsep Pendidikan keluarga dan Masyarakat di
Tanah Laut di akronimkan menjadi IBAN (Ibda-Ittiba, Badal, Adaptasi, Nusantara).
| Item Type: | Disertasi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana (Magister dan Dokter) > S3 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 03:26 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 03:26 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30278 |




