Ma’rifah, Ma’rifah (2025) Eksistensi Dukungan Sosial dan Budaya Religius dalam Manajemen Pendidikan Santri Broken Home di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura Kalimantan Selatan. Masters thesis, Pascasarjana.
Pernyataan Ma'rifah.pdf
Download (189kB)
Awalan Ma'rifah.pdf
Download (691kB)
Abstrak Ma'rifah.pdf
Download (245kB)
BAB I Ma'rifah.pdf
Download (431kB)
BAB II Ma'rifah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (578kB)
BAB III Ma'rifah.pdf
Download (348kB)
BAB IV Ma'rifah.pdf
Download (513kB)
BAB V Ma'rifah.pdf
Download (328kB)
Daftar Pustaka Ma'rifah.pdf
Download (262kB)
Lampiran Ma'rifah.pdf
Download (1MB)
Abstract
Santriwati broken home di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura
menghadapi berbagai tantangan psikososial seperti rendahnya motivasi, kesulitan
belajar, hingga perilaku menyimpang akibat kurangnya dukungan keluarga.
Kondisi ini berpengaruh pada perkembangan karakter, prestasi akademik, dan
kesejahteraan emosional mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan peran pesantren
dalam menyediakan dukungan sosial serta membangun budaya religius yang
mampu menjadi penopang bagi santri broken home.
Secara teoritis, penelitian ini berpijak pada konsep dukungan sosial yang
mencakup aspek emosional, instrumental, informatif, dan penghargaan, serta teori
budaya religius yang menekankan pembiasaan nilai-nilai agama dalam kehidupan
sehari-hari. Kedua teori tersebut dipadukan dengan pendekatan manajemen
pendidikan berbasis POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), yang
memungkinkan pesantren mengelola strategi pendampingan secara terstruktur bagi
santriwati broken home.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta
dokumentasi yang melibatkan santri broken home, guru, dan pengasuh sebagai
informan. Analisis dilakukan secara deskriptif eksploratif untuk mengidentifikasi
bentuk dukungan sosial, praktik budaya religius, serta bagaimana keduanya
diterapkan dalam manajemen pendidikan di lingkungan pesantren.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial diwujudkan melalui
bimbingan guru, konseling, perhatian emosional, serta dukungan teman sebaya,
sedangkan budaya religius tercermin dalam disiplin ibadah berjamaah, pengajian,
dan keteladanan pengasuh. Integrasi keduanya menciptakan lingkungan kondusif
yang mampu meningkatkan rasa aman, motivasi belajar, serta pembentukan
karakter religius santri broken home. Namun demikian, keterbatasan SDM, beban
kerja pengasuh, dan stigma sosial masih menjadi kendala yang memerlukan
penguatan program konseling dan pelatihan pendidik agar dukungan tersebut lebih
efektif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana (Magister dan Dokter) > S2 Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 01:54 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 01:54 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30551 |




