EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR

Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.


Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

Hukum Wanita Berwudhu Ketika Haid (Studi Komparatif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i)

Abrory, Muhammad Faishal (2026) Hukum Wanita Berwudhu Ketika Haid (Studi Komparatif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i). [Skripsi]

[thumbnail of PERNYATAAN.pdf] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (208kB)
[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (296kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (625kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (779kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (589kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (346kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (349kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas pandangan Mazhab Syafi’i dan Mazhab
Hanafi mengenai wudhu bagi perempuan yang sedang mengalami haid.
Wudhu merupakan salah satu syarat sah ibadah tertentu dalam Islam,
sementara haid termasuk keadaan yang menyebabkan hadas besar.
Perbedaan penafsiran ulama fiqh terhadap dalil Al-Qur’an dan hadis
melahirkan variasi pandangan hukum terkait boleh atau tidaknya wudhu
dilakukan oleh perempuan haid serta implikasi hukumnya terhadap
aktivitas ibadah dan non-ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dan membandingkan pendapat Mazhab Syafi’i dan Mazhab
Hanafi mengenai kedudukan wudhu dalam kondisi haid, serta dasar
istinbath hukum yang digunakan oleh masing-masing mazhab.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif
dengan pendekatan komparatif, menggunakan sumber primer berupa
kitab-kitab fiqh klasik dari kedua mazhab serta sumber sekunder berupa
literatur pendukung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Syafi’i memandang
wudhu bagi perempuan haid tidak berpengaruh terhadap pengangkatan
hadas besar, namun tetap bernilai ibadah dalam konteks dzikir atau
membaca Al-Qur’an menurut pendapat tertentu. Sementara itu, Mazhab
Hanafi memiliki pendekatan yang lebih longgar dalam memaknai fungsi
wudhu bagi perempuan haid dalam aktivitas non-shalat. Perbedaan ini
mencerminkan kekayaan khazanah fiqh Islam dalam merespons persoalan
ibadah perempuan.

Item Type: Skripsi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Sri YF
Date Deposited: 29 Jan 2026 06:31
Last Modified: 29 Jan 2026 06:31
URI: https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30639

Actions (login required)

View Item
View Item