EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR

Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.


Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

Hukum Menyedekahkan Barang Temuan (Studi Komparatif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi‟i

Rifa’i., Muhammad (2026) Hukum Menyedekahkan Barang Temuan (Studi Komparatif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi‟i. [Skripsi]

[thumbnail of PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf] Text
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf

Download (97kB)
[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (397kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (620kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (691kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (554kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (787kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (302kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (324kB)
[thumbnail of LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas persoalan barang temuan (luqathah) dalam
muamalah, khususnya tanggung jawab penemu terhadap harta orang lain. Islam
menetapkan aturan pengelolaannya agar hak pemilik tetap terjaga. Namun, ulama
berbeda pendapat, terutama Mazhab Hanafi dan Syafi‟i, mengenai kebolehan serta
mekanisme menyedekahkan barang temuan setelah pengumuman. Penelitian ini
bertujuan menganalisis pandangan kedua mazhab dan faktor penyebab
perbedaannya, sehingga memberikan pemahaman lebih komprehensif tentang
kehati-hatian, perlindungan hak milik, dan kepastian hukum dalam fikih Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan
deskriptif-komparatif. Sumber data diperoleh melalui studi kepustakaan (library
research) yang meliputi bahan hukum primer berupa kitab-kitab fikih Mazhab
Hanafi dan Mazhab Syafi‟i, serta bahan hukum sekunder dan tersier yang relevan.
Data yang terkumpul dianalisis dengan metode komparatif untuk membandingkan
pendapat kedua mazhab, serta dianalisis secara deskriptif guna menjelaskan
argumentasi dan dasar istinbath hukum masing-masing mazhab.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi memandang penemu
sebagai penjamin (ḍāmin) yang tidak memperoleh hak kepemilikan atas barang
temuan, karena berpegang pada prinsip kehati-hatian (iḥtiyāṭ), perlindungan hak
milik (ḥifẓ al-māl), serta penetapan tanggung jawab penjaminan (ḍamān) untuk
mencegah penguasaan harta yang bukan haknya; akibatnya, setelah masa
pengumuman selesai, penemu dianjurkan menyedekahkan harta tersebut atas
nama pemilik atau tetap menyimpannya sebagai amanah. Adapun Mazhab Syafi‟i
menempatkan penemu sebagai pemegang amanah (amīn) dan membolehkan
kepemilikan barang temuan setelah seluruh prosedur pengumuman dipenuhi,
bertumpu pada prinsip perlindungan harta, kepastian hukum melalui mekanisme
pengumuman yang sistematis, serta keseimbangan antara amanah dan potensi hak
kepemilikan, sementara sedekah hanya diterapkan dalam kondisi tertentu sesuai
kemaslahatan pemilik dan penemu.

Item Type: Skripsi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Yoe Oden
Date Deposited: 30 Jan 2026 06:45
Last Modified: 30 Jan 2026 06:45
URI: https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30672

Actions (login required)

View Item
View Item