Arifin, Khumaidi (2026) Kepemiminan Kepala Madrasah dalam Membina Budaya Relegius pada Sekolah Unggul (Studi Multisitus MIN 9 Hulu Sungai Utara dan MIN 15 Hulu Sungai Utara). Masters thesis, Pascasarjana.
PERNYATAAN.pdf
Download (246kB)
AWAL.pdf
Download (553kB)
ABSTRAK.pdf
Download (204kB)
BAB I.pdf
Download (466kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (516kB)
BAB III.pdf
Download (435kB)
BAB IV.pdf
Download (599kB)
BAB V.pdf
Download (224kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (202kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (499kB)
Abstract
Budaya religius sekolah pada hakikatnya adalah perwujudan nilai-nilai
ajaran agama sebagai tradisi dalam bersikap, berperilaku dan budaya organisasi
yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Peran kepemimpinan kepala sekolah
dalam mengembangkan budaya religius sangat penting, karena lembaga
pendidikan yang dikelola oleh pemimpin yang berkomitmen serta berwawasan
luas, memahami jiwa islami, maka akan berjalan dengan tertib dan dinamis sesuai
dengan zaman. MIN 15 Hulu Sungai Utara dan MIN 9 Hulu Sungai Utara
merupakan lembaga pendidikan yang telah mengembangkan budaya religius
melalui kegiatan-kegiatan kurikuler maupun non kurikuler.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kepemimpinan kepala
sekolah dalam pengembangan budaya religius di MIN 15 Hulu Sungai Utara dan
MIN 9 Hulu Sungai Utara dengan sub focus mencakup: (1) Pendekatan kepala
sekolah, (2) strategi kepala sekolah, (3) implikasi dikembangkannya budaya
religius.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi
Multisitus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan
cara perpanjangan keikutsertaan peneliti; teknik triangulasi dan ketekunan
pengamatan. Informan penelitian yaitu kepala sekolah, para pendidik, dan staf
kependidikan.
Hasil penelitian di menunjukkan bahwa (1) Pendekatan kepemimpinan
kepala MIN 15 Hulu Sungai Utara dan MIN 9 Hulu Sungai Utara merupakan
pendekatan perilaku dengan tipe kepemimpinan demokratis. (2) Strategi Kepala
sekolah MIN 15 Hulu Sungai Utara dan MIN 9 Hulu Sungai Utara dalam
mengembangkan budaya religius adalah melalui (1) power strategy (2) persuasive
strategy, dan normative strategy. (3) Implikasi dikembangkannya budaya religius
mencakup kebijakan kepala sekolah dalam menetapkan program-program
pengembangan budaya religius disekolah, serta dukungan dari warga sekolah
maupun luar sekolah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana (Magister dan Dokter) > S2 Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 06:41 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 06:41 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30854 |




