EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR

Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.


Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

Eksplorasi Makna Tabarruj Q.S. Al-Ahzab Ayat 33: Perspektif KH. Nur Syahid Ramli dalam Konteks Sosial Budaya Lokal Masyarakat Banjar

Nurpadjarillah, Liana (2026) Eksplorasi Makna Tabarruj Q.S. Al-Ahzab Ayat 33: Perspektif KH. Nur Syahid Ramli dalam Konteks Sosial Budaya Lokal Masyarakat Banjar. [Skripsi]

[thumbnail of PERNYATAAN.pdf] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (223kB)
[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (287kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (461kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (545kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (446kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (399kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (485kB)
[thumbnail of LAMPIRAN NEW LIANA NURPADJARILLAH.pdf] Text
LAMPIRAN NEW LIANA NURPADJARILLAH.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami larangan
tabarruj dalam Al-Qur’an tidak hanya melalui tafsir tekstual, tetapi juga melalui
praktik penafsiran yang hidup di tengah masyarakat, khususnya melalui tafsir lisan
ulama lokal. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan dalam pembahasan
tersebut adalah Q.S. Al-Ahzab ayat 33 yang memuat larangan tabarruj. Dalam
konteks masyarakat Banjar yang memiliki tradisi keagamaan kuat, pemaknaan ayat
ini menarik untuk dikaji melalui perspektif ulama lokal.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan tekstual dan
historis KH. Nur Syahid Ramli terhadap larangan tabarruj dalam Q.S. Al-Ahzab
ayat 33 serta menganalisis relevansinya dengan konteks sosial budaya masyarakat
Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan mengkaji salah satu tokoh ulama Banjar. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, dengan KH. Nur Syahid
Ramli sebagai informan utama dengan fokus pendekatan kajian tokoh.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa KH. Nur Syahid Ramli memahami
tabarruj sebagai perilaku perempuan yang secara sengaja keluar rumah dengan
menampakkan perhiasan, kecantikan, atau aurat di hadapan laki-laki non mahram
dengan tujuan menarik perhatian. Menurut beliau larangan tabarruj berfungsi
sebagai bentuk penyucian bagi muslimah, anjuran perempuan untuk di dalam
rumah saja adalah sebagai bentuk penjagaan. Pemahaman tersebut tidak hanya
didasarkan pada pendekatan tekstual ayat, tetapi juga mempertimbangkan dimensi
historis serta kondisi sosial masyarakat Banjar. Pemahaman historis ditunjukkan
ketika beliau memaknai jahilah sebagai masa yang mengabaikan hukum Islam
bukan hanya dimaknai sebagai jahiliah pada masa pra Islam. Dalam konteks budaya
Banjar yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan kehormatan perempuan,
larangan tabarruj dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 33 tidak menunjukkan benturan nilai,
melainkan justru sejalan dengan norma sosial yang telah hidup dalam masyarakat
Banjar. Dengan demikian, interpretasi ulama lokal terhadap ayat tersebut berfungsi
memperkuat nilai etika keagamaan sekaligus menjaga harmoni antara ajaran Al
Qur’an dan budaya lokal masyarakat Banjar.

Item Type: Skripsi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Sri YF
Date Deposited: 19 May 2026 01:34
Last Modified: 29 May 2026 01:14
URI: https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31030

Actions (login required)

View Item
View Item