Mirnawati, Mirnawati (2026) Pemetaan Perbuatan Dosa dan Karakteristik Maknanya dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik). [Skripsi]
PERNYATAAN .pdf
Download (350kB)
AWAL.pdf
Download (2MB)
ABSTRAK.pdf
Download (126kB)
BAB I.pdf
Download (274kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (520kB)
BAB III.pdf
Download (573kB)
BAB IV.pdf
Download (212kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (157kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (6MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya istilah yang digunakan Al
Qur’an untuk menyebut perbuatan dosa, yang menunjukkan bahwa konsep dosa
dalam Al-Qur’an tidak bersifat tunggal, melainkan memiliki karakteristik dan
ruang lingkup makna yang berbeda-beda. Keragaman istilah tersebut
mengindikasikan adanya pemetaan perbuatan dosa yang perlu dikaji secara lebih
mendalam agar diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dosa
dalam perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
istilah-istilah dosa dalam Al-Qur’an serta menyusun pemetaan perbuatan dosa
berdasarkan penafsiran para mufasir.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an
yang memuat istilah dosa, yaitu al-dzanb, al-itsm, al-khaṭī’ah, al-fāḥisyah/al
faḥshā’, al-jurm, al-munkar, al-fisq, al-ma‘ṣiyah, dan al-hints. Data dianalisis
secara deskriptif-kualitatif dengan menghimpun ayat-ayat yang relevan, menelaah
penafsiran para mufasir, kemudian mengklasifikasikan makna dan karakteristik
masing-masing istilah untuk memperoleh pemetaan perbuatan dosa dalam Al
Qur’an.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menggunakan sembilan
istilah utama yang bermakna dosa dengan nuansa makna yang berbeda. Al
dzanb menunjuk
pada
dosa
yang
memiliki
konsekuensi
dan
pertanggungjawaban; al-fāḥisyah merujuk pada perbuatan keji yang melampaui
batas moral; al-khaṭī’ah menunjukkan kesalahan atau penyimpangan; al
jurm menggambarkan kejahatan berat yang dilakukan secara sadar; al
itsm berkaitan
dengan
perbuatan
yang
menghalangi
kebaikan; al
fisq menunjukkan keluar dari ketaatan kepada Allah; al-munkar merupakan
perbuatan yang ditolak oleh akal sehat dan fitrah; al-ma‘ṣiyah bermakna
pembangkangan terhadap perintah Allah; dan al-hints berkaitan dengan
pelanggaran janji atau sumpah. Berdasarkan karakteristik maknanya, perbuatan
dosa dalam Al-Qur’an dapat dipahami sebagai pelanggaran yang berdampak pada
hubungan manusia dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan.
Dengan demikian, konsep dosa dalam Al-Qur’an memiliki dimensi spiritual,
moral, dan sosial yang saling berkaitan.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 00:57 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 00:57 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31537 |




