Muh. Sabaruddin, Muh. Sabaruddin (2026) Konsep Kebahagiaan dalam Perspektif Robert Frager dan Henry Manampiring (Studi Komparatif). [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (62kB)
AWAL.pdf
Download (795kB)
ABSTRAK.pdf
Download (248kB)
BAB I.pdf
Download (477kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (482kB)
BAB III.pdf
Download (404kB)
BAB IV.pdf
Download (349kB)
BAB V.pdf
Download (264kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (272kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (272kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragam pandangan mengenai kebahagiaan
yang berkembang dalam kajian psikologi dan filsafat. Robert Frager melalui Psikologi
Sufi dan Henry Manampiring melalui filsafat Stoikisme menawarkan konsep
kebahagiaan yang menekankan pengembangan diri dan pengendalian batin, namun
dengan pendekatan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
konsep kebahagiaan menurut Robert Frager, konsep kebahagiaan menurut Henry
Manampiring, serta persamaan dan perbedaan konsep kebahagiaan menurut kedua
tokoh tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
komparatif dan berbentuk penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh
dari karya-karya Robert Frager dan Henry Manampiring yang didukung oleh berbagai
literatur terkait, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Robert Frager memandang kebahagiaan
sebagai keadaan batin yang diperoleh melalui penyucian jiwa, pengendalian nafsu, dan
kedekatan dengan Tuhan. Kebahagiaan dicapai melalui latihan spiritual seperti dzikir,
muhasabah, dan pengembangan kesadaran ruhani. Sementara itu, Henry Manampiring
memandang kebahagiaan sebagai hidup yang selaras dengan kebajikan, rasionalitas,
dan kemampuan menerima hal-hal yang berada di luar kendali manusia. Kebahagiaan
dicapai melalui pengendalian diri, latihan berpikir rasional, dan penerapan empat
kebajikan utama Stoikisme, yaitu kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan
pengendalian diri. Penelitian ini menemukan bahwa kedua tokoh memiliki persamaan
dalam menolak kebahagiaan yang hanya berorientasi pada materi serta menekankan
pentingnya pengendalian diri sebagai dasar kebahagiaan. Perbedaannya terletak pada
orientasi nilai dan metode pencapaiannya. Robert Frager menekankan aspek spiritual
transendental dan hubungan dengan Tuhan, sedangkan Henry Manampiring
menekankan aspek rasional-filosofis dan pengembangan karakter. Kedua konsep
tersebut memiliki relevansi dalam kehidupan modern, baik dalam konteks
pengembangan diri, kehidupan sosial, maupun bidang psikologi dan pendidikan.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Psikologi Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:32 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:32 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31598 |




