EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR

Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.


Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

Perbandingan Pendapat Ulama NU dan Muhammadiyah di Banjarmasin Tentang Hukum Penggunaan Parfum Beralkohol dalam Salat

Mahendra, M. Isya (2026) Perbandingan Pendapat Ulama NU dan Muhammadiyah di Banjarmasin Tentang Hukum Penggunaan Parfum Beralkohol dalam Salat. [Skripsi]

[thumbnail of PERNYATAAN.pdf] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (149kB)
[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (192kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (336kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (428kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (235kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (307kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (207kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (181kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perbedaan pandangan hukum mengenai
penggunaan parfum beralkohol dalam salat di tengah perkembangan produk
kosmetik modern yang semakin luas digunakan masyarakat. Perbedaan tersebut
muncul karena alkohol dalam parfum berada pada persimpangan persoalan
kesucian, keharaman khamr, dan syarat sah salat dalam fikih. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pandangan ulama Nahdlatul Ulama dan
Muhammadiyah di Kota Banjarmasin mengenai hukum penggunaan parfum
beralkohol dalam salat, sekaligus menganalisis persamaan dan perbedaan
argumentasi hukum yang mereka gunakan dalam menetapkan ketentuan tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara semi terstruktur
terhadap enam informan yang terdiri atas tiga ulama Nahdlatul Ulama dan tiga
ulama Muhammadiyah di Kota Banjarmasin. Data sekunder diperoleh dari kitab
fikih, karya ilmiah, dan sumber-sumber yang relevan dengan pembahasan alkohol,
khamr, ṭahārah, serta hukum penggunaan parfum beralkohol dalam salat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama Nahdlatul Ulama di
Banjarmasin cenderung memandang alkohol pada parfum masih memiliki
keterkaitan dengan khamr, namun pada praktiknya banyak yang memberikan
kelonggaran melalui konsep ma‘fū, kadar yang sedikit, fungsi yang terbatas, dan
sifatnya yang mudah menguap. Sementara itu, ulama Muhammadiyah
membedakan secara tegas antara alkohol industri dan khamr, sehingga alkohol
dalam parfum tidak dipandang najis selama tidak digunakan untuk diminum dan
tidak bertujuan memabukkan. Persamaan keduanya terletak pada kesepakatan
bahwa khamr haram dan kesucian merupakan syarat sah salat, sedangkan
perbedaannya terletak pada penafsiran rijs, perluasan makna khamr, dan penerapan
‘‘illat hukum pada alkohol industri.

Item Type: Skripsi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Sri YF
Date Deposited: 03 Aug 2026 03:26
Last Modified: 03 Aug 2026 03:26
URI: https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32225

Actions (login required)

View Item
View Item