Nurrahman, Izlal Alif (2026) Pengaruh Parental Autonomy Support Terhadap Nomophobia Pada Remaja di SMAN-2 Sampit. [Skripsi]
01_PERNYATAAN.pdf
Download (2MB)
02_AWAL.pdf
Download (2MB)
03_ABSTRAK.pdf
Download (676kB)
04_BAB_I.pdf
Download (736kB)
05_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (695kB)
06_BAB_III.pdf
Download (703kB)
07_BAB_IV.pdf
Download (773kB)
08_BAB_V.pdf
Download (676kB)
09_DAFTAR_PUSTAKA.pdf
Download (683kB)
10_LAMPIRAN(1).pdf
Download (1MB)
Abstract
Nomophobia, yaitu ketakutan tidak dapat berkomunikasi
dengan orang lain melalui ponsel, telah menjadi masalah serius dalam
kesehatan mental remaja. Fenomena ini tidak berdiri sendiri, melainkan
dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika keluarga dan
dukungan dari orang tua. Pada pelajar, Nomophobia dapat berkontribusi
terhadap meningkatnya kecanduan smartphone. Gejala Nomophobia dapat
mencakup perasaan cemas, serangan panik, dan ketidaknyamanan ketika
ponsel tidak tersedia. Kristiani, guru Bimbingan Konseling di SMAN 2
Sampit mengatakan bahwa terdapat banyak keluhan para siswa yang
konseling ke layanan BK adalah pada kesulitan dalam konsentrasi, susah
tidur, dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah
terdapat pengaruh antara Parental Autonomy Support terhadap
Nomophobia pada remaja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode regresi linier sederhana. Subjek penelitian berjumlah 234 siswa
kelas X, XI, dan XII di SMAN 2 Sampit, yang dipilih menggunakan
teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa
skala PPAS dan skala NMPQ-10. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan program SPSS versi 26.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Parental Autonomy Support
berpengaruh secara signifikan terhadap Nomophobia pada remaja, dengan
nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dan nilai R² sebesar 0,091. Hal
ini berarti bahwa 9,1% variasi Nomophobia dapat dijelaskan oleh
variabel PAS. Arah hubungan yang positif menunjukkan bahwa
semakin tinggi dukungan otonomi dari orang tua, semakin tinggi
pula
kecenderungan remaja mengalami Nomophobia. Temuan ini
menunjukkan bahwa dukungan otonomi yang tidak diimbangi dengan
pengawasan,
struktur,
dan
kedekatan
emosional
berkontribusi pada penggunaan smartphone secara berlebihan
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Psikologi Islam |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 03:06 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 03:06 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32371 |




