Maryadi, Adi (2026) Pembelajaran Fikih Materi Kewanitaan pada Pondok Pesantren di Kalimantan Selatan. Tesis, Pascasarjana.
|
Text
PERNYATAAN.pdf Download (985kB) |
|
|
Text
AWAL.pdf Download (927kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (94kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (351kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (295kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (200kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (608kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (70kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (3MB) |
ABSTRAK
Pembelajaran fikih wanita berperan penting dalam membekali santriwati untuk memahami dan mengamalkan hukum Islam yang berkaitan dengan kehidupan perempuan. Namun, kajian yang membahas pembelajaran tersebut secara utuh pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi di pesantren dengan karakteristik berbeda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis ketiga aspek tersebut melalui empat komponen utama, yaitu tujuan, materi, metode, dan evaluasi, di Pondok Pesantren Al Falah Puteri Banjarbaru dan Pondok Pesantren Modern Al Furqan Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan rancangan studi multisitus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data mengacu pada kriteria trustworthiness Lincoln dan Guba yang meliputi credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Dalam penelitian ini, credibility diperkuat melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran di Al Falah Puteri bertumpu pada penguasaan kitab, pengalaman ustadzah, metode bandongan, sumber belajar kitab klasik, serta evaluasi lisan, tertulis, praktik, dan partisipasi. Di Al Furqan, perencanaan disusun melalui perangkat kurikulum formal, buku paket, metode variatif, media digital, serta evaluasi formatif dan sumatif. Pelaksanaan di Al Falah Puteri lebih berpusat pada ustadzah, sedangkan Al Furqan mengembangkan pembelajaran yang lebih dialogis melalui ceramah, diskusi, studi kasus, praktik, dan media digital. Evaluasi di kedua pesantren menggunakan tes lisan, tertulis, praktik, dan penilaian partisipasi, tetapi berbeda dalam tingkat struktur, dokumentasi, umpan balik, dan tindak lanjut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran fikih wanita di kedua pesantren membentuk dua pola kontekstual, yaitu pola berbasis tradisi keilmuan pesantren dan pola berbasis kurikulum formal. Perbedaan sistem pendidikan dan budaya akademik memengaruhi bentuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, meskipun keduanya sama sama diarahkan pada penguatan pemahaman dan kemampuan santriwati dalam menjelaskan serta mempraktikkan ketentuan fikih.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana (Magister dan Dokter) > S2 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 00:29 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 00:33 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32439 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




