Midi HS, Midi HS (2026) Pengembangan Model Behavioral Contract Berbasis Nilai-Nilai Islam untuk Menangani Kecanduan Gawai pada Peserta Didik Sekolah Dasar di kota Banjarmasin. Disertasi, Pascasarjana.
|
Text
PERNYATAAN.pdf Download (473kB) |
|
|
Text
AWAL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (388kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (857kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (112kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (4MB) |
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kecanduan gawai pada peserta didik sekolah dasar di kota Banjarmasin yang berdampak negatif terhadap perilaku dan spiritualitas peserta didik. Penelitian bertujuan mengembangkan model intervensi psikologis integratif keislaman melalui behavioral contract berbasis nilai-nilai Islam sebagai alternatif penanganan kecanduan gawai. Penelitian menggunakan metode research and development (R&D) Borg and Gall yang disederhanakan menjadi lima tahapan, meliputi analisis kebutuhan dan studi literatur, perancangan produk, uji validitas dengan metode Delphi, serta uji coba lapangan skala kecil dan besar menggunakan desain one-group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik kelas V dan VI pada tiga sekolah dasar di kota Banjarmasin menunjukkan kecendrungan kecanduan gawai yang ditandai dengan enam indikator, yakni daily life disturbance, positive anticipation, withdrawal, cyberspace-oriented relationship, overuse, dan tolerance. Gawai terutama digunakan untuk gim daring dan media sosial dengan konten hiburan selama 2-6 jam atau lebih per hari. Kondisi tersebut dipengaruhi daya tarik konten, ketersediaan gawai, reinforcement, faktor sosial, algortima media digital, dan fear of missing out (FoMO), serta berdampak pada menurunnya aktivitas bermanfaat, motivasi belajar, interaksi sosial, dan kedisiplinan menjalankan kewajiban salat. Produk yang dikembangkan berupa model intervensi psikologis BERIMAN (behavioral contract berbasis keislaman) dalam bentuk buku panduan bagi guru wali kelas atau guru PAI untuk menangani kecanduan gawai dengan kategori ringan pada peserta didik usia 10-11 tahun. Model ini mengintegrasikan behavioral contract dengan enam nilai Islam, yaitu, tawassuṭ, sabar, mujāhadatu an-nafsi, ukhuwwah, hifẓu al-waqti, dan qanā‘ah, melalui 10 sesi pertemuan yang mencakup identifikasi masalah, penyusunan kontrak, penguatan, pemantauan, evaluasi, dan terminasi. Hasil uji menunjukkan model memiliki validitas tinggi yang ditandai dengan nilai SD < 1,5 dan IQR < 2,5 atau 1 pada seluruh indikator, kepraktisan sangat tinggi berdasarkan respons positif 96,97% dari 33 orang guru, serta efektivitas signifikan, yang ditunjukkan oleh penurunan rata-rata skor kecanduan dari 41,24 (pretest) menjadi 35,76 (posttest) dengan signifikansi 0,0002 (p < 0,05). Dengan demikian, model intervensi psikologis BERIMAN dinyatakan valid, sangat praktis, dan efektif dalam menurunkan kecanduan gawai pada peserta didik sekolah dasar di kota Banjarmasin secara signifikan.
| Item Type: | Disertasi |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education |
| Divisions: | Pascasarjana (Magister dan Dokter) > S3 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 02:50 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 02:50 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32452 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




