Zuardi, Muhammad (2026) Hukum Duduk Istirahat dalam Salat Menurut Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali. [Skripsi]
Keaslian Tulisan.pdf
Download (187kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (129kB)
BAB 1.pdf
Download (419kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (442kB)
BAB 3.pdf
Download (350kB)
BAB 4.pdf
Download (316kB)
BAB 5.pdf
Download (145kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (185kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (2MB)
Abstract
Duduk istirahat merupakan salah satu bentuk gerakan dalam salat yang dilakukan
setelah sujud kedua pada rakaat pertama dan ketiga sebelum berdiri ke rakaat
berikutnya. Dalam praktik salat duduk istirahat tidak termasuk rukun maupun
kewajiban salat, namun status hukumnya menjadi perbincangan di kalangan ulama
fikih. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pemahaman terhadap hadis-hadis Nabi
yang menjelaskan tata cara salat, khususnya hadis riwayat Malik bin al-Huwairits dan
Abu Humayd al Sa‘idi dengan hadis riwayat Abu Hurairah dan Wail bin Hujr. Dari
perbedaan pemahaman tersebut, lahirlah perbedaan pendapat fikih di antara para ulama
terutama antara mazhab Syafi’i dan mazhab Hanbali.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif
yang bersifat deskriptif dengan pendekatan komparatif. Bahan hukum diperoleh dari
kitab-kitab fikih primer yang menjadi rujukan mazhab Syafi’i dan mazhab Hanbali,
serta didukung oleh literatur sekunder yang relevan.
Dari hasil penelitian bahwa mazhab Syafi’i berpendapat duduk istirahat hukumnya
sunnah bagi setiap orang yang melaksanakan salat baik ia dalam kondisi kuat maupun
lemah. Pendapat ini didasarkan pada pemahaman pendekatan lafdẓī (tekstual)
terhadap hadis Malik bin al-Huwairits yang menjelaskan bahwa Nabi duduk sejenak
sebelum bangkit berdiri. Sementara itu mazhab Hanbali berpendapat duduk istirahat
tidak disunnahkan secara mutlak, melainkan dilakukan karena adanya kebutuhan atau
uzur, seperti faktor usia lanjut atau kelemahan fisik. Mazhab Hanbali memahami duduk
istirahat sebagai perbuatan Nabi yang bersifat kebutuhan atau uzur, bukan sebagai
bagian dari tuntunan salat yang disunnahkan.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 06:39 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 06:39 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30638 |




