EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR

Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.


Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

Studi Komparatif Nikah Misyar dalam Hukum Islam dan Hukum Positif (Analisis Terhadap Pemenuhan Rukun dan Syarat Nikah)

Khaliza, Nor (2026) Studi Komparatif Nikah Misyar dalam Hukum Islam dan Hukum Positif (Analisis Terhadap Pemenuhan Rukun dan Syarat Nikah). [Skripsi]

[thumbnail of PERNYATAAN.pdf] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (109kB)
[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (143kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (416kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (501kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (480kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (539kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (171kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Nikah misyar merupakan bentuk perkawinan yang secara praktik berbeda
dari konsep perkawinan pada umumnya, karena adanya kesepakatan antara
suami dan istri untuk melepaskan sebagian hak, khususnya terkait nafkah
dan tempat tinggal. Perbedaan konstruksi hukum antara hukum Islam dan
hukum positif menimbulkan perbedaan penilaian terhadap keabsahan nikah
misyar.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan komparatif, yakni mengkaji bahan hukum primer dan sekunder
melalui studi kepustakaan untuk memperoleh pemahaman mendalam
mengenai pengaturan hukum positif. Pendekatan ini bertujuan untuk
membandingkan, sehingga dapat ditemukan persamaan, perbedaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nikah misyar dalam hukum Islam dapat
dinilai sah apabila rukun dan syarat perkawinan terpenuhi, meskipun
dipersoalkan dari sisi tujuan dan kemaslahatan perkawinan. Sebaliknya
dalam hukum Positif Indonesia, nikah misyar tidak diakui karena tidak
memenuhi prinsip ikatan lahir batin serta pemenuhan hak dan kewajiban
suami istri secara utuh. Perbedaan ini menunjukkan adanya perbedaan
paradigma antara hukum Islam dan hukum positif dalam memaknai
perkawinan.

Item Type: Skripsi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Sri YF
Date Deposited: 29 Jan 2026 07:22
Last Modified: 29 Jan 2026 07:22
URI: https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30644

Actions (login required)

View Item
View Item