Rezani, Muhammad (2026) Hukum Menunda Membayar Zakat Fitrah Setelah Salat Idul Fitri Menurut Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (309kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (177kB)
BAB I.pdf
Download (493kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (507kB)
BAB III.pdf
Download (438kB)
BAB IV.pdf
Download (489kB)
BAB V.pdf
Download (144kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (238kB)
LAMPIRAN .pdf
Download (2MB)
Abstract
Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap muslim yang memenuhi syarat
untuk menyucikan orang yang berpuasa dan membantu fakir miskin pada hari raya
Idul fitri. Permasalahan muncul ketika zakat fitrah ditunaikan setelah salat Idul fitri,
yang menimbulkan perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab al
Syâfi‘î. Penelitian ini bertujuan menganalisis hukum penundaan pembayaran zakat
fitrah setelah salat Idul fitri menurut kedua mazhab tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan kualitatif dan metode komparatif. Data diperoleh dari kitab-kitab fikih
Mazhab Hanafi dan Mazhab al-Syâfi‘î serta literatur pendukung yang relevan,
kemudian dianalisis melalui perbandingan pendapat, dalil, dan metode istinbâth
hukum masing-masing mazhab.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi memandang
pembayaran zakat fitrah setelah salat Idul fitri tetap sah sebagai adâ’, sehingga
kewajiban tidak gugur meskipun diakhirkan. Sebaliknya, Mazhab Syafi‘î menilai
penundaan tanpa uzur setelah hari raya sebagai perbuatan haram, sementara
kewajibannya tetap harus ditunaikan dalam bentuk qadhâ’.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 07:25 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 07:25 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31290 |




