EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR

Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.


Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

Perbedaan Pendapat Mengenai Honor Mengajar AlQur’an (Analisis Kompratif Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i)

Gina, Achmad Kanzul (2026) Perbedaan Pendapat Mengenai Honor Mengajar AlQur’an (Analisis Kompratif Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i). [Skripsi]

[thumbnail of PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf] Text
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf

Download (943kB)
[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (177kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (358kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (339kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (270kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (356kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (156kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (183kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat ulama fikih mengenai
hukum menerima honor atau upah dalam mengajarkan Al-Qur’an. Di satu sisi,
mengajarkan Al-Qur’an merupakan bentuk ibadah dan dakwah yang idealnya dilakukan
dengan penuh keikhlasan, namun di sisi lain kebutuhan hidup dan tuntutan
profesionalisme menjadikan pemberian honor kepada guru Al-Qur’an sebagai praktik
yang lazim di masyarakat. Perbedaan pandangan tersebut tampak jelas dalam Mazhab
Maliki dan Mazhab Syafi’i yang memiliki pendekatan istinbat hukum berbeda dalam
menetapkan hukum honor mengajar Al-Qur’an. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui perbedaan pendapat serta metode istinbat hukum Mazhab Maliki dan
Mazhab Syafi’i mengenai honor mengajar Al-Qur’an.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
sifat deskriptif analisis komparatif. Data diperoleh melalui kajian terhadap sumbersumber
primer
berupa
kitab-kitab
utama
Mazhab
Maliki
dan
Mazhab
Syafi’i,
serta

sumber

sekunder yang relevan seperti buku, jurnal, dan literatur fikih lainnya.
Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan telaah pustaka. Data
yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deduktif
untuk mendeskripsikan, membandingkan, dan menginterpretasikan pendapat kedua
mazhab mengenai honor mengajar Al-Qur’an.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i
pada dasarnya sama-sama membolehkan pengambilan honor dalam mengajarkan
Al-Qur’an. Keduanya memandang bahwa honor tersebut merupakan imbalan atas
jasa, tenaga, dan waktu yang diberikan oleh pengajar, bukan sebagai bentuk
memperjualbelikan Al-Qur’an. Perbedaannya terletak pada dasar pertimbangan
hukum yang digunakan. Mazhab Maliki lebih menekankan aspek kemaslahatan
umat, kebutuhan masyarakat, serta praktik yang berlaku di kalangan ahli Madinah
dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an. Sementara itu, Mazhab
Syafi’i lebih menitikberatkan pada dalil hadis sahih yang secara eksplisit
membolehkan penerimaan upah dari pengajaran Al-Qur’an. Dalam metode istinbat
hukum, Mazhab Maliki menggunakan Al-Qur’an, Sunnah, amal ahli Madinah,
qiyas, dan maslahah mursalah, sedangkan Mazhab Syafi’i menggunakan AlQur’an,
Sunnah,
ijma’,
dan
qiyas
sebagai
dasar
penetapan
hukumnya.

Item Type: Skripsi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: FAHMI FAHMI FAHMI
Date Deposited: 30 Jun 2026 03:22
Last Modified: 30 Jun 2026 03:22
URI: https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31297

Actions (login required)

View Item
View Item