Hilmiyah, Lailatul (2026) Pengembangan Potensi Diri Warga Binaan Melalui Pembinaan Kemandirian di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Skripsi, Ushuluddin dan Humaniora.
|
Text
PERNYATAAN.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
AWAL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (164kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (354kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (252kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (479kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (195kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (6MB) |
ABSTRAK
Program pembinaan kemandirian merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan untuk membantu mengembangkan potensi diri dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan diberikan berbagai pelatihan keterampilan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, serta kemampuan praktis dalam menjalani kehidupan yang lebih produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pembinaan kemandirian, pengembangan potensi diri warga binaan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta faktor pendukung dan faktor penghambat pengembangan potensi diri melalui program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari sepuluh warga binaan pemasyarakatan yang mengikuti program pembinaan kemandirian pada bidang perkebunan, pembuatan kain sasirangan, memasak, hidroponik, dan kerajinan tangan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pengembangan potensi diri warga binaan melalui program pembinaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan telah memberikan dampak positif terhadap pengembangan potensi diri warga binaan. Pada aspek kognitif, warga binaan memperoleh pengetahuan dan wawasan baru sesuai dengan bidang pembinaan yang diikuti. Pada aspek afektif, program pembinaan mampu meningkatkan motivasi, rasa percaya diri, dan cara pandang yang lebih positif terhadap kehidupan setelah bebas. Pada aspek psikomotorik, warga binaan memperoleh berbagai keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk bekerja maupun berwirausaha setelah kembali ke masyarakat. Faktor pendukung pengembangan potensi diri meliputi dukungan keluarga, petugas pembina, dan sarana prasarana yang memadai, sedangkan faktor penghambat yang ditemukan relatif kecil dan lebih banyak berkaitan dengan ketersediaan bahan serta fasilitas penunjang pada beberapa bidang pembinaan.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Psikologi Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 06:43 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 06:43 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32464 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




